Membantu mengembangkan ajaran dasar agama Islam melalui kegiatan rutin Solat Dhuha berjamaah di RA. Salman Al farizi

 

Stimulasi perkembangan anak usia dini, selain didapat dari pola asuh dalam keluarga, juga bisa didapatkan di dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Menurut Wikipedia, Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan mampu menjadi wadah berproses tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari segi perkembangan Kognitif, Literasi, Numerasi, Psikomotor, Sosial juga Nilai Agama dan Moral anak.


Banyak kegiatan sederhana yang dapat meningkatkan perkembangan Nilai Agama dan Moral anak yang dapat dilakukan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Salah satu aktivitas yang dapat mengembangkan kemampuan Nilai Agama dan Moral Anak, yaitu Pembiasaan Sholat Dhuha Berjama'ah

kegiatan ini memiliki beberapa tujuan capaian di dalamnya selain capaian Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral anak, antara lain:

1. Aspek Kognitif anak menjadi tahu urutan-urutan dari gerakan sholat, bentuk dari setiap gerakan sholat, karena sejatinya kegiatan beribadah membutuhkan kecerdasan. Bayangkan saja, ketika urutan setelah gerakan berdiri dalam membaca do'a iftitah langsung dilanjutkan dengan gerakan sujud, hal itu sudah menyalahi langkah-langkah tertib dalam pelaksanaan ibadah sholat kaum muslim.

2. Aspek Motorik anak banyak dan terlatih melakukan gerakan-gerakan motorik seperti, mengangkat kedua tangan sampai ke bawah daun telinga, meletakkan kedua tangan di depan dada dengan seimbang, membungkukkan badan dalam ruku', berdiri setelah bangun dari sujud, meletakkan kepala di bawah seluruh badan saat posisi sujud, menengoh ke kanan dan kiri saat Gerakan salam.

3. Aspek Bahasa melatih anak agar terbiasa melafalkan doa-doa dalam setiap gerakan sholat, karena anak tidak hanya perlu mengeal dan menggunakan bahasa ibu dalam proses interaksinya sehari-hari. Namun, anak juga perlu melafalkan doa-doa yang berguna untuk mendoakan dirinya sendiri serta orang-orang yang ia sayangi.

4. Aspek Sosial dalam sholat berjama'ah sudah sangat jelas sekali bahwa kebersamaan adalah kunci dari kehidupan manusia. Semua yang anak lakukan pasti melibatkan orang lain di dalamnya, disadari atau tidak dengan pembiasaan kegiatan Sholat berjama'ah akan menumbuhkan pemahaman dalam diri anak tentang toleransi, toleransi untuk tidak mengganggu teman yang lain, memaklumi dengan adanya makmum masbuk dimana makmum masbuk merupakan makmum yang terlambat mengikuti Imam namun tetap dalam satu waktu yang tersebut.

Semoga info di atas bermanfaat bagi kita semua


Komentar